KOREKSI DIRI SENDIRI


Dulu aku egoisme dengan pendapatku yang aku tahu.
Kadang aku langsung memponis mereka salah..
Tanpa berpikir dua kali
Tanpa berpikir siapa diri ini..
Sungguh Sombong cara berpikirnya diri ini

Dulu aku ini suka berdebat..
Bahkan hobi dengan kata pedebatan
Saking hobynya aku suka mencari teman yang berilmu
Dipikiranku dulu cuma ingin sharing dan bertambah ilmu.
Padahal hanya ingin tahu kehebatan mereka.
Dan ingin merasakan kepuasan hati ini atas kemenanganku..

Tapi Sekarang aku sadar
Bahwa prilaku dan sikap seperti itu
Bukan menenangkan hati
Namun sebaliknya membuat hati ini sempit dan keras.
Itu yang kurasakan dulu..
Sungguh Bodohnya diri ini...


Selangkah demi selangkah
Aku berpikir dengan Bijak..
Merenung akan sikapku ini..
Dengan berbekal ilmu yang ku dapat
Dari berbagai guru-guru yang bijak..
Aku sadar dan sangat sadar bahwa itu  benar-benar BODOH

So, sekarang aku belajar lebih banyak meraba diri..
Bahwasanya
Siapakah diri ini yang bergerak???...
Siapakah jiwa ini yang bernafas???
Siapakah akal ini yang berfikir???
Siapakah yang melangkahkan kaki ini?
Mungkin pantas aku gelar diri ini si BODOH

Tak sadarkah...
Tanpa Allah diri ini tak akan bergerak..
Tanpa Allah jiwa ini ruh akan berpisah dari badan dan nafaspun berhenti..
Tanpa Allah akal ini tak akan berpikir..
Tanpa Allah segalanya tak ada..

SEKARANG
Koreksi diri lebih di utamakan daripada mengorek-mengorek aib orang lain..
Bukannya jari tangan yang menunjuk ke arah mereka lebih banyak mengarah kepada diri sendiri..
Coba lihat saat menunjuk >>>>>>>>>>
Menunjuk kepada mereka hanya satu, yaitu "jari telunjuk"
kepada diri sendiri tiga, yaitu "kelingking, jari manis, dan jari tengah.
Satunya lagi ke bawah, yaitu JEMPOL.
Tanda ke bawah, harus TAWADHU' dan MALU kapada Allah.

Sungguh pantas dan maklum jika ada orang lain menghinaku, menyakitkanku, membenciku dll karena sikapku demikian....

Jujur aku tak akan menyalahkan mereka,
Tak akan membenci mereka
Apalagi memarahi mereka.. Na'udzubillah...
Sebenarnya diri inilah yang harus disalahkan,
karena diri ini kurang MERABA DIRI (KOREKSI DIRI SENDIRI)...
ASTAGHFIRULLAH... ASTAGHFIRULLAH... ASTAGHFIRULLAHAL'ADZIIM....

Written by

21 comments:

  1. keren sobs fotonya...
    designin sama foto saya jg dnk... :)
    heheheh

    btw, kaykx pinter nyusun puisi..,,ada bakat nih... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sobs suportny :)

      Boleh photomu aku design,
      photonya coba kirimkan ke saya? :)

      hehehe.. ini mah bukan puisi sobs,
      ga tau apa??? hehe:)

      Delete
    2. beneran mo didesign???
      asik.... emainya mana???

      Delete
    3. Ikutan dung,,wajahku biar lebih caep lagi...

      Delete
    4. fb aja kirimkan yah sahabatku Chumhienk :)

      ooh boleh ikutan.. hehe

      Delete
    5. maksudnya photonya kirimkan ke fb saja, nti saya edit.
      ditunggu yah. :)

      Delete
  2. Replies
    1. ditambah minum kopi susu, hmmm mantab abis :)

      Delete
  3. Kata katanya indah, isinya penuh dengan makna, pesan yang sangat bermanfaat, ringkas, padat , berisi.
    Koreksi diri sendiri memang sangatlah sulit, tetapi harus tetap berusaha dan mencobanya. Dengan sibuk mengoreksi diri sendiri kita akan semakin lupa untuk mengoreksi orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih :)
      aku setuju dengan pendapatmu sobs :)

      Delete
  4. Terkadang Kita Terlalu Banyak Menunjukkan Kesalahan Orang lain tanpa pernah melihat dan mengoreksi kesalahan2 kita sendiri :(

    Trima kasih sudah mengingatkan kang,

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju banget dengan pendapatmu kang :)
      sama-sama terima kasih banyak...

      Delete
  5. seperti kakak sya yg pertama dia sering sekali memfonis orang lain, akhirnya dia banyak dijauhi oleh adik2nya,,,
    bukanya menjadi teladan, seakan adik2nya musuhnya semua,,, tp stlah mnikah sdah berbeda,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah..
      benar sekali..
      I like it..
      thanks yah sobt :)

      Delete
  6. Belajar berfikir dewasa.....
    Post bagus mas bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. thath right of age think :)
      terima kasih banyak mr.

      Delete
  7. Sangat menyentuh sobat.. Koreksi diri sendiri i like it. hehe Dari pada sibuk mengkoreksi orang lain hanya malah bikin putus amalan kita saja.. Salah satu pemutus amalan adalah "sibuk mencari kesalahan orang lain" Nice sharing.

    ReplyDelete