Cara mengasah Rasa Kepekaan

Banyak orang beranggapan ketika sebuah kesempatan gagal dicapainya, kemudian merasa semuanya telah  berakhir. Padahal yag dimaksud berakhir adalah pada kesempatan tersebut. Bila orang mau sedikit waspada melihat sekelilingnya, kemudian merenungkannya, niscaya masih banyak kesempatan. ini soal  kepekaan yang belum terarah. Belum tajam. sehingga menganggap bahwa yang namanya kesempatan atau peluang yang hanya menghampirinya saja. Mestinya paradigma dibalik, peluang itu didekatnya.

Bagaimana mengasah kepekaan itu?
ada salah satu tokoh budayawan merekomendasikan agar orang itu "selalu ingat dan waspada". Secara makna masa kini, manusia harus selalu ingat tentang segala sesuatu dan waspada terhadap segala kemungkinan. Kemudian salah satu wali songo Sunan kalijaga salah seorang Wali di pulau jawa memperoleh kepekaan spiritualnya setelah melalui Tapabrata. Makna modernnya "Kesadaran spiritual itu terbentuk setelah melalui perenungan  yang mendalam. Sedangkan Nabi Ibrahim a.s memperoleh kepekaan kesadaran keimanannya yang total dengan cara mempertanyakan segala sesuatu. Misalnya, mengapa matahari disembah? Padahal hanya siang hari menampakkan diri? Mana bukti bahwa yang menciptakan segala sesuatu itu Tuhan? Kemudian Tuhan (Allah Swt) memerintahkan Ibrahim untuk menangkap seekor ayam dan pisah-pisahkan bagian-bagiannya ke semua penjuru. Lantas Allah swt menyatukannya kembali secara utuh.

Cara terakhir (kisah Ibrahim) inilah yang paling sederhana dapat dilakukan untuk manusia  jaman sekarang. Dengan banyak mempertanyakan kepada Ahlinya segala sesuatu dan berusaha mencari jawabannya membuat kepekaan kita terasah. Ini adalah cara yang murah ceria. Dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja. ^_^

Ketika langit menghitam itu adalah tandanya akan turun hujan. Kepekaan itu muncul karena sudah puluhan kali kita menemukan kebiasaan, bahwa setiap langit menghitam akan turun hujan. Pernah kita bertanya, mengapa jalanan sering macet? Akan muncul jawaban spekulatifnya, karena jumlah kendaraan makin lama semakin banyak sementara penambahan jalan tidak mengikuti bertambahnya kendaraan, ditambah perilaku berlalu lintas masyarakat kita yang tidak disiplin. Tapi, untuk apa kita bertanya itu ketika dalam perjalanan mengendarai kendaran? Bukankah lebih baik bertanya, jalan mana kira-kira yang tidak terlalu macet meski bertambah jauh? Akhirnya muncul kepekaan dalam mengambil keputusan mengambil rute perjalanan.

Hakikat dari bertanya sesungguhnya adalah kegiatan mengidentifikasi atau memaknai segala sesuatu. Sebuah pengalaman emperik tidak akan menjadi apa-apa bila tidak dimaknai. Atau semua gejala bisa bermakna apa saja sesuai dengan kemauan dan kemampuan si pemberi makna.

Pernah kita berlatih atau membiasakan diri memaknai sesuatu, sehingga terbentuklah kepekaan kita terhadap sesuatu? Jika lukman sedang berlatih, buktinya Blogg aku Makna Kehidupan. hehehe

Menurut yang aku tahu Kepekaan memaknai sesuatu itu dapat meliputi 3 jenis :
1. Kecepatan Memaknai
2. Ketepatan
3. Variasi

Latihlah kecepatan memaknai segala sesuatu perkara dengan cara sering suka mempertanyakan apa yang kita lihat, lalu berusahalah menjawabnya dengan cepat. Soalnya betul dan salahnya tidak terlalu penting, sebab dalam konteks ini yang penting kecepatannya.  Cobalah minta pada orang tua, atau yang sudah mempunyai suami istri, minta pada istri atau suami anda, agar begitu bangun tidur langsung memberikan sebuah pertanyaan : "Apa yang dimaksud dengan Mimpi? lalu cobalah dalam keadaan setengah sadar anda berusaha menjawabnya. bengong bengong deh.. hehehhee

Untuk mempertajam kemampuan mamaknai secara variatif, cobalah dengan cara yang sederhana. Misalnya, peganglah sebuah alat tulis, kemudian bertanyalah" apakah ini? Janganlah hanya berusaha menjawab "pulpen" . Sesungguhnya mash banyak makna yang melekat pada benda tersebut. Bisa bermakna :
1). Alat untuk mencatat,
2). Alat mencerdaskan kehidupan manusia,
3). Komoditas ekspor
4)....... apalagi Yah?

Bila hal-hal seperti ini dibiasakan dan terus kita asah, pasti akan berpengaruh positif terhadap kegiatan kerja kita..
                                    ^_^ SELAMAT MENCOBA.. ^_^





Written by

14 comments:

  1. Posting pencerahan tentang fungsi kepekaan yang keren sob. thank sudah dibagi...ada waktu pasti langsung praktek dech/ hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. waw keren langsung dipraktekan, aku suka itu.. hehehehe

      Delete
  2. Kepekaan sangat baik dibiasakan, banyak manfaatnya. Orang orang yang sukses ternyata membiasakan hal ini....
    Salam sukses mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali kebanyakan orang yang sukses mempunyai kepekaan yang kuat..

      salam sukses juga pak harun.. ^_^

      Delete
  3. yang cara nabi ibrahim memang simpel. beretorika. dan nabi ibrahim dikaruniai kepintaran untuk menyimpulkan. jadilah beliau rujukan ilmu pengetahuan saat itu.

    ReplyDelete
  4. hehe ternyata banyak juga yah manfaatnya :D dalam memaknai sesuatu,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob.. banyak sekali dalam memaknai sesuatu.. klo makna blogg apa yah sob? hehhe :D

      Delete
  5. mekasih lukman, terasa duduk dalam kelas belajar....hehehe

    sebenarnya ini harus ada pada setiap kita terutama pelajar...kepekaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe. anggaplah duduk dikelas blogger yah.. ^_^

      Delete
  6. makasih bang atas pelajaran nya,,hehehehehe

    ReplyDelete
  7. postingan yg sangat berharga buat menambah pengetahuan dan wawasan yg baik terutama buat saya sob,..sangat bermanfaat
    terima kasih

    ReplyDelete