Eksistensi Manusia

Perlu dikatakan bahwa eksistensi manusia mempunyai gradasi secara kontinu. Dengan begitu, eksistensi manusia merupakan suatu proses yang di dalamnya terdapat pergulatan, konflik, dan ketegangan tanpa henti-hentinya untuk mencari bentuk demi mewujudkan dirinya secara otpimal. Eksistensi tak pernah ada dalam ruang kosong. Dalam prosesnya, ia selalu berhadapan dan bahkan bertabrakan dengan eksistensi lain, sering kali terjadi dalam ruang dan waktu bersamaan.

Eksistensi manusia mengalami konflik baik secara vertikal kepada Tuhan maupun secara horizontal dengan sesama manusia dan alam. Dalam konflik dengan eksistensi Tuhan, seperti meragukan ada-Nya dan Ketetapan-Nya, manusia seharusnya menyelesaikan diri dengan eksistensi Tuhan. Sebab, pada hakikatnya manusia tidak akan mempu untuk menggugat-Nya, sebab manusia sendiri merupakan salah satu bagian dari eksistensi Tuhan.

Dalam realitas kehidupan, manusia bukanlah sebuah cetakan yang sudah selesai dan permanen. Tatapi, manusia akan menjalankan proses meraih eksistensinya dalam beberapa tahap. Kita sering kali melihat saudara-saudara kita bahkan diri kita sendiri jatuh bangun, turun naik, tawa tangis, pahit manis, sulit mudah bergantian singgah di kehidupan kita.

Jika kita melihat dari sisi Filsafat Islam. Filsafat Islam lebih memandang penting amal shaleh daripada gagasan spekulatif. Oleh karena itu, kerja keras dalam kepasrahan kepada-Nya akan menjadi hakikat kebenaran yang sejati. Dia tidak memperkenankan kita menyerah pada eksistensi kita yang sekarang, itu adalah bagian dari proses demi meraih eksistensi kita yang sebenarnya. Tuhan berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 1-2, "Mahasuci Allah yang di tangan-Nya semua kerajaan berada dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dia menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapakah yang lebih baik amalannya di antara kamu. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

Ada yang menarik pada ayat ini. Tuhan berfirman dengan kematian terlebih dahulu, baru kemudian kehidupan. Padahal, secara logika kita lebih dulu hidup baru kemudian mati. Ini menandakan bahwa gerakan kehidupan kita harus selalu tadzkirah al-maut untuk mendapat makna kehidupan kita yang penuh cahaya Ilahiah. 


Written by

23 comments:

  1. siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi nanti, besok dan seterusnya. hidup seperti bergulingan. hanya Allah yang tahu apa yang akan terjadi. kita hanya bisa berdoa dan berusaha, hingga jalan kita tetap di jalan Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya setuju sekali mas zach dengan komentarnya..

      terima kasih telah berbagi.. :)

      Delete
  2. yang jelas saya setuju, intinya kita harus selalu ELING, alias ingat, DIKRULLAH, Karena sudah jelas dlam firmannya "Mahasuci Allah yang di tangan-Nya semua kerajaan berada dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dia menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapakah yang lebih baik amalannya di antara kamu. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
    Maha Suci Allah dengan segala firmannya.
    Pengetahuan yg sangat bermanfaat sobat

    Terima kasih telah mengigatkan
    salam sukses sobat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar sahabat

      sama sama sahaabatku...

      salam sukses sahabatku..

      Delete
    2. Dalam kehidupan di Dunia ini Manusia sering Lupa atau melupakan, bisa disengaja atau tdk disengaja, padahal memang kita semua akan menjalani dan menempuhnya yg dinamakan Kematian.dan sistimnya ANTRI, alias menunggu Giliran.Hal penting utk dipelajari dan diingat Hanya "Kerjakan Perintahnya dan Hentikan Larangannya,...hehe ...Iya kan sobat?
      Okey sobat, Selamat dan sukses yah
      Terima kasih

      Delete
    3. iya sobat,, itulah manusia insan walkhoto' :)

      salam super dan sukses untukmu sobat.. :)

      sama-sama telah berbagi..

      Delete
  3. Tabarakalladzi biyadihil mulku wahuwa 'ala kulli syai'in qadir, alladzi khalaqal mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amala wa huwal azizul ghafur.. sampe situ ya kalo ga salah

    ReplyDelete
    Replies
    1. subhanallah..

      terima kasih telah melengkapi postinganku NF.. ^_^

      Delete
  4. .. mungkin maksudnya itu meninggal dulu baru menuju kehidupan yang abadi. jadi dapat dikatakan kehidupan yang sekarang ini tidak termasuk. begitu kah?!? ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut pemahaman vpie sangat bagus..

      terima kasih telah berbagi dipostinganku ^_^

      Delete
    2. .. loch,, aq ini tanya. bener apa gak?!? begitu kawan. he..86x ..

      Delete
    3. yang menjadikan pertannyaan dari pertanyaanmu, kenapa kehidupan ini tidak termasuk, padahal didalam ayat itu untuk kehidupan yang sekrang kita jalani untuk kehidupan nanti, coba lihat kata amalan dalam ayat itu.. jadi secara logika hidup dulu baru mati, tapi kan diayat itu mati dulu baru hidup.. ^_^

      jadi, salah tidak yah.. hehehehe

      Delete
    4. .. emmmmmm,, kayaknya aq harus tanya ke pas uztadz dulu dech. he..86x ..

      Delete
  5. aku ikut nyimak aj
    maaf udah lama gak berkunjung
    lagi banyak kesibukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya terima kasih sahabatku..

      ooh lagi sibuk sahabatku, semoga dilancarkan dan dimudahkan segala pekerjaannya sahabatku..

      Delete
  6. saya simak dulu ya sobat,
    maaf ya saya lama gak mampir

    ReplyDelete
    Replies
    1. baik sobat..

      terima kasih telah mampir kesini.. :)

      Delete
  7. selamat siang sobat hadir untuk bersilaturahmi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat siang juga sobat..

      terima kasih atas silaturrahminya.. :)

      Delete
  8. siapa yg mengejar akhirat, dunia akan mengikuti..

    ReplyDelete
  9. mlm genk wah bgus,ni genk.. mmng'y di dunia ini sngatlah aneh hehehe.,., betul sob hidup,ni bkan sprti ctkan Fhto Atau yng lain.. yng bisa kita pastikan dia akn dpt.,., maaf D sob aq gk bsa soal kta2 jdi cma gitu doank sob...

    ReplyDelete