Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan

Waktu menggelincirkan dan mengikis kesadaran kita terus menerus.
Waktu memaksa kita merasa bahwa masa kini adalah nyata,
Sedangkan masa lalu dan masa depan adalah maya.

Manusia harus menerima pergolakan waktu
dari masa silam ke masa depan yang mengalir melalui masa sekarang.
Meskipun manusia mampu mempengaruhi masa depan,
Bisakah manusia berkata pasti sesuai dengan rencana
Sementara Rencana Allah lebih Hebat dan Agung dari manusia

Manusia tak punya kekuatan walau segaris untuk mengubah masa lalu,
Hanya orang-orang tidak mempunyai tanggung jawab
yang mengubah sejarah untuk dipaparkan demi kepentingan dirinya sendiri

Sabda Rasul saw. dengan bahasa yang sederhana namun menyimpan kaidah-kaidah yang sarat dengan renungan dan penuh nuansa filosofis tinggi ;
"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berbuat baiklah kepada tetangganya.
Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hormatilah tamunya.
Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berkatalah kebajikan dan kebaikan,
Apabila tidak sanggup dan tak mampu lebih baik diam" 
ini hadist terkenal (HR. asy-Syaikhani)

Coba perhatikan hadist tersebut Beliau ini terjadi pengulangan perkataannya
"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir"
Pernahkan kita bertanya kenapa keimanan kepada Rasul, kepada Malaikat, kepada Al-Quran, dan kepada Qada dan Qadar tak disebutkannya?
Kenapa hanya keimanan kepada Allah dan Hari Akhir saja yang disebutkannya?
Hadist ini sanggup untuk menjawab bagaimana menyikapi waktu yang benar.


Allah adalah Zat Yang Abadi,
Yang tak terikat waktu (dahr)
Allah ada sebelum kata ada.
Di sini Allah menunjukkan masa lampau yang berada di luar imaji manusia,
sebagai awal dari segala yang ada,
berada dalam Waktu Mutlak.

Hari Akhir adalah masa nanti yang nantinya di luar pengetahuan manusia.
Hari Akhir adalah masa depan yang hanya Allah yang tahu.
"Mereka bertanya tentang kiamat, kapan terjadinya? Katakanlah, sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada di sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang mengetahui kedatangannya selain Dia. Ia (Kiamat) menjadi beban di langit dan di bumi. Tidaklah kiamat itu datang melainkan secara tiba-tiba (QS. al-A'raf ;187)."


Dengan dua keimanan ini,
Rasul saw bermaksud mengajarkan kita kearifan tentang waktu.
Rasul saw. bermaksud mengatakan bahwa masa lampau sebagai awal dari segala yang ada dan telah ada adalah hak Tuhan,
sudah menjadi milik-Nya.
"Relakan yang terjadi,
takkan kembali,
Ia sudah milik-Nya, bukan milik kita lagi,"
demikian Iwan Fals dalam syair lagu "Hadapi Saja"
Pun masa depan sebagai akhir dari segala yang ada dan yang mesti ada berada dalam ketetapan Tuhan, dalam rencana-Nya.

Yang tersisa sekarang adalah masa sekarang.
Apa yang dimaksud "Masa Sekarang?
Apa yang disebut "Sekarang?
"Sekarang"
Sebenarnya hanya berlaku sepersekian detik, sepersekian sekon, sepersekian dari sekon
Bahkan menjadi tidak ada sama sekali.

Akal manusia kebingungan menentukan apa yang dimaksud "sekarang".
Tak ada jalan keluar yang bisa diberikan akal kecuali din untuk meraih Islam.
Yang diajarkan Nabi saw. untuk mengisi masa sekarang/masa kini dalam hadits di atas adalah mengisi "masa kini" dengan berbuat baik kepada tetangga, menghormati tamu, berkata benar, dan kalau tidak sanggup maka diam saja.

Makna dari ketiga amal saleh diatas menjadi panjang apabila pribadi mengartikan tetangga dan tamu tidak hanya sebatas tetangga kampung, tetapi tetangga dan tamu antarnegara Asia, negara dunia, bahkan kalau ada antarrealitas.

Satu lagi, berkata benar. Inilah tugas terberat buat kita, di dalam hadits ini Rasulullah saw. berkata dengan menggunakan Khair. Semua bencana yang ada di dunia ini adalah hasil dari fatwa-fatwa atau coletah-coletah yang telah membunuh fitrah manusia. "Salamah al-insan bihifzhi al-lisan. Selamatnya manusia adalah dengan menjaga lisan," sabdanya.
Oleh karena itu, kaum Muslimin walmuslimat harus mampu untuk yadu'ila al-Khoir.

Dari pemahamanku,
berarti kita mengerti bahwa kita tak memerlukan sejarah,
kita tak butuh masa lalu sebab itu telah berlalu,
yang hanya bisa kita serahkan kepada Allah,
yang hanya dijadikan pembelajaran bagi hidupnya
dan tak ada yang gagal dalam takdir-Nya.
Tapi, kita harus melewati sejarah dengan kreativitas dan inovatif
menjemput masa depan dengan penuh semangat,
secara sederhana,
menuju yang lebih baik.

Kita harus mengerti masa sekarang,
memenuhinya dengan kerja penuh cinta.
Sebab, apa artinya menyusun masa depan yang sepenuhnya berada di tangan-Nya sementara kita tak punya masa sekarang.
Oleh karena itu, filsafat sebenarnya adalah tabiat dari waktu.
Sekali lagi, tabiat dari waktu untuk terus berkarya, berakhlak dengan akhlaknya
Orang bijak berkata :
"Karya Manusia harus menjadi karya Tuhan
Saya harus memulai pada jiwaku sendiri
dan tidak boleh berakhir pada jiwaku sendiri"



Written by

72 comments:

  1. masa lalu itu penting sebagai pelajaran untuk menjadi kan kita manusia yang lebih berguna di masa hadapan. InsyaAllah... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali itu sahabatku, jika masa lalu dijadikan sebagai bahan pelajaran tapi bukan hidup ddialam masa lalu kan.. :)

      Delete
    2. Namun demikian setiap orang tidak akan lepas dari MASA LALU. Entah masa lalu yang bahagia, atau masa lalu yang kelam. Mungkin kita harus melihat masa silam sebagai cerminan untuk melangkah di masa depan.

      Masa lalu yang kelam agar tidak terjadi lagi di masa mendatang. Kesuksesan dan keberhasilan di masa silam, semoga menjadi lebih sukses dan berhasil lagi di masa depan. Semua ada hikmahnya. Salut dengan artikel mas Lukman Hakim hari ini. The best

      Delete
    3. benar itu mas asep,
      Lukman setuju dengan pendapat mas..

      insya Allah.. aamiin..

      terima kasih banyak telah berbagi dan supportnya

      Delete
    4. hanya menambahkan ini, masa kini tergantung bagaimana masa lalunya dan masa yang akand datang tergantung bagaimana melalui masa kini, apakag demikian ya sob?

      Delete
    5. terima kasih banyak akan tambahanny sob

      Delete
  2. slamat malam genk.. dpt ilmu lgi D: genk. trmkasi genk.

    ReplyDelete
  3. masalalu....kenangan,
    masa sekarang...kewajiban,
    masa yg akan datang...cita-cita

    semoga perjalanan hidup yg kita lalui senantiasa dijalan ALLAH S.W.T.
    aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar itu sahabatku.. :)
      aamiin...

      terima kasih sob..

      Delete
  4. jadikan masalalu untuk motivasi kedepan agar lebih baik lagi
    artikel yg bagus dan bermanfaat sob,terimakasih sudah berbagi

    ReplyDelete
  5. masa lalu kadang2 boleh memberi kita kebahagiaan,
    thanks KY suka artikel ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali KY, kalimah kadang-kadang itu pasti adanya dalam kehidupan, karena kehidupan ada hukum alamnya, ada suka dan dukanya, ada bahagia dan sedihnya.. :)

      sama-sama KY.. :)

      Delete
  6. dalem tulisanx sob!

    kerjaan masa lalu, kini imbasx bs ke masa depan tp cz masa lalu sdh berlalu jd fokus kan sj masa masa kini dan masa besok... *smile

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedalem lautan kah? ^_^

      setuju sekali dengan komentarmu sob.. *smile.. ^_^

      Delete
  7. Benar sekali sobat, masa lalu boleh juga dikatakan maya
    karena masa lalu biarlah berlalu, hanya tekadang kenangan indah yg membuat kita selalu teringat dan sulit utk dilupakan, sebaliknya masa lalu yg penuh kesulitan dan kegagalan bisa membuat Trauma, yg jelas yg lalu sebaiknya biarlah berlalu dan masa sekarang adalah kenyataan yang harus dijalani, sedangkan masa depan adalah harapan yg perlu diperjuangkan dengan segala persiapan dengan semangat dan penuh keyakinan.
    saya sangat suka dengan postingan ini sobat
    Terima kasih sudah berbagi pengetahuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sejutu sekali dengan apa yang sahabat katakan ini..

      sama-sama sahabatku..

      Delete
    2. Masa lalu juga sangat berharga buat pengalam untuk hari ini dan kedepannya utk lebih baik lagi ya sob..
      Terima kasih sahabatku, selamat malam

      Delete
    3. benar itu sob..
      pengalaman yg berharga sekali..

      sama-sama sahabatku, selamat malam juga..

      Delete
    4. Ia sahabatku, sepertinya saya perlu membuka^ semua postingan di Blog ini lagi sobat, soalnya banyak yg sangat bermanfaaat buat saya
      selamat malam dan salam sukses selalu

      Delete
    5. subhanallah ak salut kepada sahabatku ini..

      terima kasih banyak sob, aku jadi tersanjung ama sahabat.. :)

      salam sukses dari lukman untuk sahabat baikku..

      Delete
    6. Numpang istirahat di sini sahabatku
      selamat malam dan tetap sukses selalau

      Delete
    7. ^_^.. selamat malam juga sahabatku..
      salam sukses selalu untuk sahabatku..

      Delete
  8. jadikan masa lalu sbg pelajaran hdp. :D
    #sok bijak.

    ReplyDelete
  9. Menengok ke belakang ke masa lalu buat di jadikan cambuk untuk pembenaran...menjalankan masa kini dengsn penuh ketekunan di jadikan untuk meraih cita2.......menyambut masa depan dengan harapan baru..penuh dg suka cita...

    Semua nya memang tak lepas dari usaha dan doa tentunya....

    Trims sobat....atas pencerahan yg penuh makna.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali itu sahabatku,
      aku setuju sekali dengan pendapat sahabat..

      sama-sama sahabatku.. :)

      Delete
    2. selamat malam sahabat ku...kembali hadir di sini... :D

      Delete
  10. Apapun yang telah kita lakukan di masa lalu,masa kni ,dan masa yang akan datang......buatlah bermanfaat bagi sesama....al hasil ahiri dengan khusnul khotimah....makasih gan untuk ilmu nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah..
      Aamiin..
      sama-sama gan telah berkunjung :)

      Delete
  11. Sebenarnya kita bukanlah apa-apa kan mas ya? Allah pemilik segalanya, maka apa-apa yang sudah menjadi miliknya maka ikhlaskanlah, termasuk waktu dan kejadian ^^ menarik mas lukman..

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali itu, kita ini ada ditangan Allah, tak kuasa dan tak bisa apa-apa karena kita tak punya apa-apa selain amal dan dosa yang akan kita bawa nanti di akhirat.. :)

      Delete
  12. Replies
    1. .. he..86x. waktu itu baca dan sambil mikir. he..86x ..

      Delete
    2. oooh hmmm diatas itu lagi mikir yah.. ^_^
      bagus juga.. hehe

      Delete
  13. mencerahkan..
    skarang saatnya berkarya, untuk menjadi karya Tuhan, :)

    ReplyDelete
  14. wah lama gak mampir kesini, apa kabarnya sob?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kabarku baik..
      semoga sobat juga baik-baik juga.. :)

      Delete
  15. masa lalu jdikan kenangan,
    jadikan pengalaman yg kta bleh kongsikan bersama2..
    sesungguhnya ALLAH lbih tahu ape yg terbaik utk kita... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah..
      aamiin...
      terima kasih miss Zahirah.. :)

      Delete
  16. Dari pemahamanku,
    berarti kita mengerti bahwa kita tak memerlukan sejarah,
    kita tak butuh masa lalu sebab itu telah berlalu,<< agak rancu nih dengan kalimat ini, karena menurutku kita memerlukan sejarah, bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu akan sejarahnya? tapi yaa cukup dijadikan cermin untuk improve progress sih yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih masukkannya Sahabatku NF.. :)
      saya sangat senang sekali dengan pendapatmu ini.. ^_^

      Delete
  17. Terimakasih atas pencerahannya sob.. :)

    ReplyDelete
  18. bagus sekali masukannya sob, thanks

    ReplyDelete
  19. Nikmati waktu yang ada sekarang jangan disia-siakan hanya karena belum bisa menggapai keinginan masa lalu atau belum bisa melawati masa depan. Saya suka dengan postingan ini, mengajarkan hidup bersyukur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya setuju sekali dengan pendapatmu sob..
      terima kasih banyak telah berbagi disini..

      Delete
    2. Saya yang seharusnya berterimakasih.

      Delete
  20. Replies
    1. Insya Allah, tapi postingan ini bukan karya. aku. :)

      Delete
  21. kita gak akan pernah ada di masa depan jika kita tdk ada di masa lalu.
    masa skrg adalah sebuah jembatan penentu antara masa lalu dgn masa depan.
    jika di masa skrg kita tdk berbuat sesuatu maka sama saja kita tdk akan pernah menapaki masa depan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waw mantep sekali komentarnya sob..
      I like it
      terima kasih telah berbagi disini sob..

      Delete
  22. wah dahsyat komentarnya buanyak, hehe komentrku kebaca gak yah?

    lama saya tak kemari.....
    Saya stuju sama bang Penghuni 60 heheh mudahan bukan penghuni 71 eh..

    ayo mmapir ke rumahku, lama nih jarang kesini.. hiks
    bagus2 postingannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih telah berkunjung kembali setelah lama tak berkunjung.. ^_^

      Delete
  23. Intinya kita harus berbuat baik kepada sesama.kepada orang tua, guru, teman, tetangga, orang lain, dst.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar sob..
      saya setuju dengan pendapatmu sob..

      terima kasih sob.. :)

      Delete
  24. Apapun masalalunya, seperti apa masa sekarang dan, bagaimana masa yang akan datang yang paling penting ada perubahan yang lebih baik dan perubahan itu harusnya dijaga diprioritaskan, didominasi untuk mendapatkan ridho'a yang Ahad saja... sudah bisa dipastikan jika dihadapan Allah perubahan itu mendapatkan value tinggi sudah barang tentu begitupun dihadapan sesama. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. super sekali sob.
      aku setuju dengan pendapatmu sob..

      terima kasih banyak telah berbagi disini sob... ^_^

      Delete
  25. kadang dalam menghadapi kehidupan yang lebih baik, kita harus melihat dari masa lalu juga sob :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali itu sob.. :)

      terima kasih sob.. :)

      Delete